Beras terapi Universitas Swadaya Gunung Jati merupakan kemasan aneka beras berwarna (warna merah, ungu, kuning, hitam, dll) yang memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tetapi masih kurang tersosialisasi di tengah masyarakat. Keadaan ini berbanding terbalik dengan perkembangan penyakit yang terjadi dan berkembang di masyarakat, padahal penyakit tersebut dapat ditangkal bahkan disembuhkan hanya dengan cara mengkonsumsi nasi dari beras berwarna tersebut secara rutin. Kemasan beras ini diberi nama “BETER UGJ” berupa kepanjangan dari Beras Terapi Universitas Swadaya Gunung Jati.

Rasa nasi dari beras berwarna memang tidak se-enak (tidak terasa pulen) seperti kebanyakan rasa nasi dari jenis beras putih. Akan tetapi dapat menkonsumsi secara teratur nasi dari beras berwarna termasuk dalam mendukung program kesehatan dan ketahanan pangan dalam pola konsumsi pangan yang Bergizi Beragam Sehat dan Aman (B2SA).

Kandungan gizi dalam kulit dan beras berwarna, sudah lama diketahui oleh para ahli kesehatan dan ahli pertanian. Kandungan gizinya berupa antioksidan, antosianin, kadar serat tinggi, vitamin E,  vitamin B, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, kalsium, dll. Kandungan gizi dari satu beras warna dengan beras warna lainnya tentu saling melengkapi. Adapun keaneka ragaman warna dari beras tersebut dapat mengurangi rasa bosan atau merasa monoton.

Khasiat atas gizi dan vitamin yang dikandung oleh beras berwarna selain berfungsi sebagai sumber energi dalam tubuh, juga dapat melancarkan pencernaan, meningkatkan ketajaman fungsi otak,  melindungi jantung, mencegah diabetes. gangguan fungsi organ tubuh dan penyakit pada tubuh.  Persoalan kesehatan ini yang sebenarnya sedang meningkat terjadi dikalangan masyarakat kita. Demikian juga, mengkonsumsi beras ini sangat baik bagi orang yang sedang melakukan diet atau program pengendalian berat badan.

Sedangkan memproduksi dan mengkonsumsi beras berwarna masih sangat terbatas. Beras berwarna belum banyak disosialisasikan dalam penyuluhan pertanian untuk diproduksi oleh petani. Padahal, harga beras berwarna ini relatif mahal, di Superindo saat ini beras hitan mencapai harga Rp. 45.000,- per kg. Adapaun tingkat keberhasilan memproduksi beras hitam dapat mencapai 6,49 ton per ha. Sedangkan biaya produksi dengan beras putih biasa per hektarnya relatif sama yaitu berkisar pada Rp. 25.000.000,-. Memproduksi beras berwarna memiliki prospek ekonomi yang sangat bagus.

KEUNGGULAN INOVASI:

Memproduksi berbagai jenis padi berwarna (padi hitam, padi ungu, padi merah), mensosialisasikan di lingkungan kedinasan (pemerintahan kota dan kabupaten), mengemas dan memberikan merek, sehingga padi berwarna tidak hanya sebagai sumber bahan pangan. Kini beras berwana dikenali sebagai beras terapi yang mampu memberikan terapi Kesehatan bahkan dapat menyembuhkan dari gangguan berbagai penyakit serta banyak dimanfaatkan dalam usaha mengendalikan berat badan (diet).

Inventor : 

  1. Dr. H. Amran Jaenudin, Ir., MS.
  2. Dukat, Ir., MP.
  3. Dr. H. Endang Sutrisno, SH., M.Hum.
  4. Prof. Dr. Ir. Endang T. Tadjudin