Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi berupaya mendorong, memfasilitasi, dan mempercepat perguruan tinggi dalam menerapkan kebijakan merdeka belajar kampus merdeka serta mencapai 8 (delapan) Indikator Kinerja Utama dengan merancang suatu program pendanaan yang dikemas dalam Program Matching Fund. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemanfaatan dan relevansi sekaligus menyelaraskan pengembangan ilmu dan teknologi yang terjadi di perguruan tinggi agar selaras dengan pemenuhan kebutuhan atau pemecahan permasalahan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dan masyarakat.

Berkaitan dengan hal tersebut, Lembaga Inovasi dan Pengembangan UGJ dan Universitas Sebelas Maret merancang untuk berkolaborasi dengan mitra binaan Desa Ciawigajah dan Pondok Pesantren Buntet untuk menciptakan ekosistem MBKM melalui program-program yang digagas  yakni program kemandirian ekonomi pesantren serta kemandirian Desa. Bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) berupaya mendapatkan sumber pendanaan program-program tersebut melalui sumber pendanaan baik dari kemendikbud maupun kementrian lainnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan 2 hari pada tanggal  7 dan 8 Juni2021 dilaksakan di Desa Ciawigajah dan Pesantren Buntet Cirebon, kegiatan dihadiri oleh tim UNS sebanyak 22 orang dan tim UGJ 12 Orang, 

Klik gambar untuk memperbesar